TUGAS MANDIRI II-SEMESTER GENAP-FISIKA DASAR II-KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN
Nama : Falensius Mendrofa
Terimakasih :)
Kelas : Pagi
Jurusan : Teknik Industri
Matkul : Fisika Dasar II
Jawaban👇
2.Electrostatic Precipitator (ESP) adalah sebuah teknologi untuk menangkap
abu hasil proses pembakaran dengan jalan memberi muatan listrik padanya.
Prinsip kerja ESP yaitu dengan memberi muatan negatif kepada abu-abu tersebut
melalui beberapa elektroda (biasa disebut discharge electrode). Jika abu tersebut
dilewatkan lebih lanjut ke dalam sebuah kolom yang terbuat dari plat yang
memiliki muatan lebih positif (biasa disebut collecting electrode), maka secara
alami abu tersebut akan tertarik oleh plat-plat tersebut. Setelah abu terakumulasi
pada plat tersebut, sebuah sistem rapper khusus akan membuat abu tersebut jatuh
ke bawah dan keluar dari sistem ESP.Electrostatic Precipitator yang di pasangkan pada sistem cerobong asap
digunakan untuk menangkap abu terbang (fly ash) sisa pembakaran yang ikut
terbawa dalam asap yang berasal dari boiler. Teknik yang digunakan adalah
dengan menjebak partikel halus menggunakan listrik bertegangan tinggi.
Potensial tinggi adalah suatu keadaan dimana didaerah tersebut kaya dengan
elektron, sedangkan potensial rendah adalah suatu keadaan dimana di daerah
tersebut miskin dengan elektron. Hal ini sesuai dengan prinsip aliran listrik yaitu
listrik mengalir dari potensial tinggi ke potesial rendah (banyak proton sedikit
elektron). Baterai memiliki dua kutub, yaitu kutub positif dan kutub negatif.
ElectroStatic Precipitator (ESP) adalah salah satu alternatif penangkap debu dengan effisiensi tinggi (mencapai diatas 90%) dan rentang partikel yang didapat cukup besar. Dengan menggunakan electro static precipitator (ESP) ini, jumlah limbah debu yang keluar dari cerobong diharapkan hanya sekitar 0,16 % (efektifitas penangkapan debu mencapai 99,84%).
Salah satu komponen terpenting dalam proses produksi di Pabrik Gula dan PLTU adalah boiler. Fungsinya adalah sebagai tempat untuk memanaskan air, sehingga menghasilkan uap yang nantinya akan digunakan untuk proses selanjutnya. Pada PLTU, uap ini digunakan untuk memutar turbin uap sebagai penggerak generator. Untuk melakukan kerjanya, boiler membutuhkan adanya panas yang digunakan untuk memanaskan air. Panas ini disuplai dari bagian yang disebut dengan ruang bakar atau furnace, dimana pada ruang bakar ini dilengkapi dengan alat pembakaran atau burner. Hasil pembakaran di ruang bakar tersebut mengandung banyak debu mengingat bahan bakar yang digunakan adalah batubara, dan debu tersebut akan terbawa bersama gas buang menuju cerobong. Sebelum gas buang tersebut keluar melalui cerobong, maka gas buang tersebut akan melewati kisi-kisi suatu electrostatic precipitator (ESP).

Gambar 1. Electrostatic precipitator overview.

Persentase penangkapan partikel debu pada ESP.
Cara Kerja ElectroStatic Precipitator
Cara kerja dari electro static precipitator (ESP) adalah (1) melewatkan gas buang (flue gas) melalui suatu medan listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan collector plate, flue gas yang mengandung butiran debu pada awalnya bermuatan netral dan pada saat melewati medan listrik, partikel debu tersebut akan terionisasi sehingga partikel debu tersebut menjadi bermuatan negatif (-). (2) Partikel debu yang sekarang bermuatan negatif (-) kemudian menempel pada pelat-pelat pengumpul (collector plate), lihat gambar 4. Debu yang dikumpulkan di collector plate dipindahkan kembali secara periodik dari collector plate melalui suatu getaran (rapping). Debu ini kemudian jatuh ke bak penampung (ash hopper), lihat gambar 1 dan 2, dan ditransport (dipindahkan) ke flyash silo dengan cara di vakum atau dihembuskan.

Salah satu komponen terpenting dalam proses produksi di Pabrik Gula dan PLTU adalah boiler. Fungsinya adalah sebagai tempat untuk memanaskan air, sehingga menghasilkan uap yang nantinya akan digunakan untuk proses selanjutnya. Pada PLTU, uap ini digunakan untuk memutar turbin uap sebagai penggerak generator. Untuk melakukan kerjanya, boiler membutuhkan adanya panas yang digunakan untuk memanaskan air. Panas ini disuplai dari bagian yang disebut dengan ruang bakar atau furnace, dimana pada ruang bakar ini dilengkapi dengan alat pembakaran atau burner. Hasil pembakaran di ruang bakar tersebut mengandung banyak debu mengingat bahan bakar yang digunakan adalah batubara, dan debu tersebut akan terbawa bersama gas buang menuju cerobong. Sebelum gas buang tersebut keluar melalui cerobong, maka gas buang tersebut akan melewati kisi-kisi suatu electrostatic precipitator (ESP).

Gambar 1. Electrostatic precipitator overview.

Persentase penangkapan partikel debu pada ESP.
Cara Kerja ElectroStatic Precipitator
Cara kerja dari electro static precipitator (ESP) adalah (1) melewatkan gas buang (flue gas) melalui suatu medan listrik yang terbentuk antara discharge electrode dengan collector plate, flue gas yang mengandung butiran debu pada awalnya bermuatan netral dan pada saat melewati medan listrik, partikel debu tersebut akan terionisasi sehingga partikel debu tersebut menjadi bermuatan negatif (-). (2) Partikel debu yang sekarang bermuatan negatif (-) kemudian menempel pada pelat-pelat pengumpul (collector plate), lihat gambar 4. Debu yang dikumpulkan di collector plate dipindahkan kembali secara periodik dari collector plate melalui suatu getaran (rapping). Debu ini kemudian jatuh ke bak penampung (ash hopper), lihat gambar 1 dan 2, dan ditransport (dipindahkan) ke flyash silo dengan cara di vakum atau dihembuskan.





Komentar
Posting Komentar